RONASENJA

berbagi segalanya untuk manfaat dan kebaikan

Marhabban ya Ramadhan 1431H


Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa Ramadhan 1431 H jatuh pada Rabu, 11 Agustus 2010, demikian hasil sidang itsbat yang berlangsung Selasa sore tadi di Jakarta. Penetapan awal Ramadhan 1431 H juga dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Agama No. 94 Tahun 2010 yang ditandatangani 10 Agustus 2010.

Saat matahari terbenam pada tanggal tersebut di seluruh Indonesia, posisi hilal berada di atas ufuk pada ketinggian 1 derajat 14 menit sampai 2 derajat 30 menit, sedangkan dari hasil rukyatul hilal (pengamatan bulan baru) itu, lanjut Rohadi, ada empat lokasi yang menyatakan melihat hilal, yaitu di Giliketapang, Probolinggo, dan Bukit Condrodipo Gresik, Jawa Timur, selain itu juga di Bengkulu dan Cilincing, Jakarta Utara.

Sementara itu PP Muhammadiyah juga menetapkan awal Ramadhan 1431 atau awal puasa jatuh pada hari yang sama tanggal 1 Ramadhan jatuh pada Rabu (11/8/2010) besok. Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin telah menyerukan bahwa umat Muslim dapat melaksanakan shalat tarawih malam ini.

Ramadhan adalah bulan penyemangat. Bulan yang mengisi kembali baterai jiwa setiap muslim. Ramadhan sebagai ‘Shahrul Ibadah’ harus kita maknai dengan semangat pengamalan ibadah yang sempurna. Ramadhan sebagai ‘Shahrul Fath’ (bulan kemenangan) harus kita maknai dengan memenangkan kebaikan atas segala keburukan. Ramadhan sebagai “Shahrul Huda” (bulan petunjuk) harus kita implementasikan dengan semangat mengajak kepada jalan yang benar, kepada ajaran Al-Qur’an dan ajaran Nabi Muhammad Saw. Ramadhan sebagai “Shahrus-Salam” harus kita maknai dengan mempromosikan perdamaian dan keteduhan. Ramadhan sebagai ‘Shahrul-Jihad” (bulan perjuangan) harus kita realisasikan dengan perjuangan menentang kedzaliman dan ketidakadilan di muka bumi ini. Ramadhan sebagai “Shahrul Maghfirah” harus kita hiasi dengan meminta dan memberiakan ampunan.

Dengan mempersiapkan dan memprogram aktifitas kita selama bulan Ramadhan ini, insya Allah akan menghasilkan kebahagiaan. Kebahagiaan akan terasa istimewa manakala melalui perjuangan dan jerih payah. Semakin berat dan serius usaha kita meraih kabahagiaan, maka semakin nikmat kebahagiaan itu kita rasakan.

Amiin ya raball’alamin.

Agustus 10, 2010 - Posted by | Agama | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: